Album Human Clay dan Kepergian Member Band Marshall
Dengan uang dari My Own Prison, band ini mulai menulis untuk album ke-2 mereka, Human Clay. Single pertama album, "Tinggi", habiskan 17 minggu pemecahan rekor di pucuk tangga lagu radio rock. [5] [13] Di tahun 2009, "Higher" mendapatkan rangking untuk lagu hard rock paling hebat ke-95 selama hidup oleh VH1. [14] Album ini dikeluarkan di tahun 1999, saat Penjara Saya Sendiri masih lumayan baik. [15] Tetapi, Human Clay sukses dengan cara instant serta mengagumkan mengawali kiprahnya di No. 1 di Billboard 200 serta jual lebih dari pada sepuluh juta kopi semasa 2 tahun ke depan, memungkinkannya menjadi satu dari beberapa album rock yang akan disertifikasi berlian oleh RIAA. [ 5] Album ini ialah band pertama yang capai No 1 di AS, dimana dia mengawali kiprahnya dengan pemasaran minggu pertama 315.000, serta masih di atas semasa dua minggu. [16] Sesudah launching album, tiga single tindak lanjut dikeluarkan di tahun 2000: "Bagaimana Bila", "Dengan Lengan Terbuka", serta "Apa Anda Siap?". Tiga yang pertama dari tangga lagu radio paling atas, memberi Creed keseluruhan tujuh single yang menempati pucuk tangga lagu. [5] Band ini selanjutnya meneruskan untuk memenangi pertama mereka, serta sampai sekarang ini, Grammy Award untuk "With Arms Wide Open" untuk Best Rock Song di tahun 2001.
Penjelasan untuk Human Clay sejumlah besar positif. Stephen Thomas Erlewine dari AllMusic menjelaskan jika catatan "tidak membuat jelas jika ada pemirsa untuk hard-rock post-grunge, semasa itu dikatakan tanpa ada pretensi serta semasa penuhi kemauan pemirsa untuk lurus, keras memukul musik. "[18] Isi lirik Human Clay sedikit tidak sama dengan My Own Prison, sentuh subyek seperti jadi ayah (" Dengan Lengan Terbuka ") serta punya mimpi jernih (" Semakin Tinggi "), dan semakin gelap. , tema-tema yang semakin keras seperti pelecehan seksual ("Memberantas Tahun-Tahun Itu") serta perseteruan ("Bagaimana Bila"). [19]
Semasa musim panas tahun 2000, bassis Brian Marshall mengawali spiral ke alkoholisme. Band ini membuat tatap muka dengan manajemen untuk mengulas hari esok Marshall. Stapp serta Tremonti memberikan dukungan ide Marshall ke rehabilitasi serta berusaha untuk merayu Marshall pergi, tapi ia menampik. Awalannya, publik memikir Marshall diijinkan pergi sebab ia mengomentari penyanyi Pearl Jam Eddie Vedder saat interviu radio dengan KNDD pada Juni 2000, mengakui jika Scott Stapp ialah penulis lagu yang lebih bagus, serta mengomentari album paling baru Pearl Jam sebab "mempunyai lagu tanpa ada kait." [20] Stapp selanjutnya menghindari tersisa band dari tanggapan Marshall serta mengatakan, "Ya, kami jemu dengan pertanyaan PJ, tapi tidak ada fakta untuk kesombongan serta kebodohan [Marshall]. Saya minta Anda semua tidak untuk memandang Creed untuk band, sebab pengakuan yang dibikin bukan perasaan band, itu ialah Brian. Saya meminta maaf bila Brian menyentuh siapa juga, serta ia telah mohon maaf atas komentarnya. "[21] Walau disampaikan jika Marshall tinggalkan Creed" dengan ramah ", ia tidak. Tremonti serta Stapp prihatin dengan Marshall serta pertemanan kolektif mereka, tapi selekasnya sesudah pro-kontra, Marshall membuat band baru namanya Grand Luxx dengan rekan-rekan band Mattox Creed tuanya. [5] Stapp mengatakan jika kepergian Marshall ialah pilihannya serta tidak berkaitan dengan tanggapan Pearl Jam. [22] Brett Hestla, dari band Virgos Merlot, gantikan Marshall.